Pro dan Kontra Penerapan Delapan Mata Pelajaran di USBN SD

ilustrasi murid.

ilustrasi murid.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Berbeda dengan Ujian Sekolah (US) yang ditempuh murid SD sebelumnya, kini Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan mengujikan delapan mata pelajaran.

USBN ini terdiri dari ujian untuk mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, PKN, Seni Budaya dan Lrakarya (SBDP), Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), serta Agama.

Sedangkan US saat ini hanya untuk tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Alhasil, pro dan kontra mencuat. Ada yang mendukung dengan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan siswa. Namun, ada juga yang menilai bakal menambah beban siswa.

“Saya pribadi kurang setuju karena tentu akan menambah beban siswa,” kata Syahril Badaruddin, anggota Dewan Pendidikan Makasar, Selasa (26/12/2017).

Menurutnya, tiga bidang studi yang diujikan selama ini sudah cukup. Pemerintah sebaiknya tidak menambah lagi. Di beberapa negara lain pun ada yang hanya tiga bidang studi saja. “Bahkan, ada yang tidak US malah,” akunya.

Lanjutnya, pendidikan Indonesia harusnya membenahi sistem saja. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi salah satu yang harus diprioritaskan. Jadi, pemerintah fokus UNBK lebih dahulu.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar belum melakukan sosialisasi USBN ke sekolah-sekolah. Sekretaris Disdik Makassar, Hasbi menuturkan, Disdik masih menunggu penyampaian resmi atau surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Setelah ada info tentu akan ditindak lanjuti dengan rakor, dan itu yang tentu kita tunggu,” tambah Ahmad Hidayat, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Makassar. (**)