SNMPTN-SBMPTN 2018: Ini Imbauan Menristekdikti untuk PTN

JAKARTA, DJOURNALIST.com – Setelah meluncurkan secara resmi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018, Menteri Nasir juga mengingatkan kepada para rektor di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang hadir agar dapat mengantisipasi anak yang kurang mampu setelah dapat masuk ke PTN melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2018.

Yang menjadi kekhawatiran Menristekdikti, jangan sampai mereka gagal karena tidak sanggup membayar biaya kuliahnya.

“Jangan sampai terjadi, bila mereka sudah masuk Bidikmisi, mereka harus diteruskan, bila tidak masuk Bidikmisi, kita harus carikan jalan keluarnya dan jangan sampai mereka gagal gara-gara tidak mampu membayar kuliah, bukan karena seleksinya,” tegas Nasir.

Penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pusat Ravik Karsidi menyampaikan, SNMPTN-SBMPTN tahun 2018 akan diikuti 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), berdasarkan data SNMPTN tahun 2017 jumlah sekolah yang mendaftar PDSS sebanyak 14.790 sekolah dan jumlah pendaftar peserta adalah 130.854 peserta. (**)