Gelar Kehormatan Honoris Causa Jusuf Kalla di Bidang Sosiologi Agama

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla. (foto: fakra/djournalist.com)

Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla. (foto: fakra/djournalist.com)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla mendapat gelar kehormatan Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM) di gedung Auditorium UINAM Kamis 25 Januari 2018.

Gelar kehormatan yang disematkan ke pria kelahiran Wattampone tersebut adalah di bidang sosiologi agama khususnya tentang perdamaian agama dan politik.

“Terpecahnya perdamaian dikarenakan berbagai faktor kompleks. Faktor penyebab konflik kekerasan dan perang selalu berkombinasi satu sama lain. Faktor agama sering datang belakangan dan kerap dijadikan alasan perpecahan,” ujar Jusuf Kalla disela-sela orasi ilmiah Dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Rangka Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa).

Jusuf Kalla menyebut gangguan terhadap perdamaian dan harmoni di kalangan masyarakat, kelompok etnis, intra dan antar umat beragama disebabkan berbagai faktor yang sangat kompleks. Secara internal di sebuah negara atau daerah negara tersebut, faktor-faktor itu lebih banyak terkait dengan ekonomi, politik, dan sosial-budaya dari pada agama semata-mata.

Selain itu faktor-faktor penyebab konflik, kekerasan dan perang berkombinasi satu sama lain membuat terganggunya perdamaian dan harmoni dalam negara atau daerah tertentu.

“Faktor agama sering datang belakangan dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan yang telah terjadi sebelumnya. Pada zaman sekarang, hampir tidak ada konflik yang murni bersumber dari agama,” tambah JK.

“Berdasarkan pengalaman pribadi secara langsung dalam mengakhiri konflik di Ambon, Poso dan Aceh, saya dapat memberikan refleksi tentang bagaimana menciptakan perdamaian (crafting peace). Membangun perdamaian adalah seni yang bersumber dari ketekunan, kegigihan dan keahlian,” tutup JK. (**)