Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran Unhas Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Riset Internasional

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Mahasiswa Fakultas Farmasi dan Kedokteran Universitas Hasanuddin menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional dalam ajang “2018 Bangkok International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2018), yang berlangsung sejak Kamis hingga Selasa 1 – 6 Februari kemarin di Bangkok, Thailand.

Dalam lomba yang digelar Dewan Riset Nasional Thailand atau The National Research Council of Thailand (NRCT) ini, tim mahasiswa Farmasi meraih 1 medali emas (gold) dan 1 medali gold Special Awards dari China. Sementara tim mahasiswa kedokteran mendapatkan 1 medali gold.

Kompetisi internasional ini dihadiri para peneliti dari 24 negara di dunia, di antaranya Jerman, Korea, Polandia, Malaysia, Sri Langka, Indonesia, dan lainnya.

Salah satu peserta lomba dari tim Fakultas Farmasi, Risdayanti mengatakan bahwa tim dari Unhas sangat antusias menghadiri lomba internasional tersebut. Sebab selain mewakili Unhas, mereka juga mewakili Indonesia untuk mengharumkan nama negara.

“Saat mengikuti lomba, kami sangat bersemangat untuk mewakili indonesia dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Kami sempat sedikit pesimis takut tidak bisa membawa pulang medali karena sangat banyak negara yang mewakili event ini. Tp alhamdulillah, kami tidak pernah menyerah sehingga tidak disangka kami mendapatkan 2 medali (gold) mewakili Farmasi Unhas, “ ujar Risdayanti.

Risda menambahkan, untuk mendapatkan medali emas tersebut timnya harus mempersentasikan inovasi hasil penelitiannya di depan para juri yang secara bergantian mendatangi masing-masing booth para peserta lomba. Sehingga hasilnya, tim dari Unhas membawa pulang 3 medali emas.

“Saya percaya bahwa kita tidak tahu di usaha keberapa kita akan berhasil, entah di usaha ke-1 ataupun ke-101. Yang penting jangan pernah menyerah, dan banggalah menjadi anak indonesia, “ kata Risda yang kini dalam perjalanan pulang ke tanah air.

Mahasiswa angkatan 2015 ini juga berharap, semoga lebih banyak mahasiswa Unhas yang bisa mewakili Indonesia di ajang inventors seperti ini, sehingga bisa menularkan energi positif.

Sebelumnya , Unhas telah memberangkatkan dua tim ke ajang internasional tersebut pada 31 Januari lalu.
Tim Fakultas Farmasi terdiri atas:
1. Tri puspita Roska
2. Syahidah
3. Risdayanti
4. Jasmine Istigfarina

Tim Fakultas Kedokteran:
1. Ummu Aiman
2. Husnul Khatimah
3. Muh. Ariiq Saifullah
4. Ardiyah Nurul Fitri Marzaman

Kedua tim itu masing-masing memiliki hasil inovasi yang bisa dipamerkan di lomba internasional tersebut. Dari tim Farmasi sendiri membawakan inovasi hasil risetnya berupa semprotan mikroemulsi captox.

Produk ini dapat berfungsi sebagai anti rayap (anti-termes) alami yang dapat membunuh rayap dengan angka kematian seratus persen. Produk ini diolah dari bahan alam, yakni ekstrak belimbing wuluh.

Sementara dari tim fakultas Kedokteran memamerkan inovasinya berupa produk balsem yang diolah dari limbah kulit bawang merah. Balsem tersebut dapat mengobati nyeri sendi atau arthritis. (Humas)