Tim Medis dan Kesehatan Unhas Berkunjung ke RSUD Asmat

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Tim medis dan kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Asmat, Sabtu 10 Februari 2018.

Kunjungan ini dalam rangka koordinasi dengan pihak RSUD Agats, untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi. Tim diterima oleh Direktur RSUD, Ricard Mirino, SKM, M.Kes.

Kunjungan tim yang terdiri atas dokter spesialis anak, penyakit dalam, gizi klinik, dan kebidanan tersebut dipimpin Prof. dr. Budu, Ph.D, SpM(K), M.Ed. Direktur Ricard Marino menyambut gembira kedatangan tim kesehatan Unhas.

Ricard menyampaikan rasa terima kasih dan rasa syukurnya atas kepedulian serta kesediaan tim medis dan kesehatan Unhas untuk membantu masyarakat Asmat dalam persoalan kasus campak dan gizi buruk yang belakangan marak diberitakan.

“Kami merasa bersyukur sekali, karena setelah penarikan tim kesehatan dari Kemenkes tiba-tiba datang dari Unhas. Ini sangat membantu sekali dengan pelayanan di rumah sakit. Semoha bisa berjalan dengan baik. Sehingga penyakit-penyakit ( campak dan gizi buruk) dapat teratasi dengan baik, ” ujar Ricard.

Dalam kunjungan koordinasi ini, Prof Budu yang juga Wakil Rektor 4 mengatakan bahwa Unhas akan siap membantu RSUD Asmat dengan mengirimkan sejumlah dokter residen untuk bertugas secara bergiliran di RSUD tersebut. Program ini direncanakan akan berjalan selama setahun kedepan.

Setelah bertemu dengan kepala rumah sakit, para dokter spesialis Unhas diantar ke sejumlah ruangan pasien untuk melihat secara langsung kondisi dan perkembangan pasien anak kasus campak dan gizi buruk yang sedang dirawat serta terbaring di kasur.

Pantauan itu berlangsung cukup singkat. Menurut dokter spesialis anak, Asrul Salam, pasien campak dan gizi buruk tampak memprihatinkan. Ada pasien anak yang terdiagnosis malaria cerebral plus anemia.

Asrul pun sempat memberikan advis kepada dokter UGD tentang penanganan malaria dan transfusi darah. Dokter Asrul juga mendapati bayi usia satu tahun mengalami diare dengan dehirasi berat plus gizi buruk dan radang paru-paru (pneumonia).

“Saya lihat pasien gizi buruk di RSUD itu masih banyak. Mereka perlu mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat agar kasus campak dan gizi buruk di Asmat bisa segera teratasi, ” kata dr Asrul.

Menurut data terakhir dari RSUD Agats, Kabupaten Asmat, jumlah pasien penderita gizi buruk tersisa 14 anak, dan 2 pasien campak. Menurut rencana, tim medis dan kesehatan Unhas untuk Asmat, akan menggelar Bakti Sosial terpadu pada Senin hari ini 12 Februari 2018. (Humas)