Dekan Fakultas Sastra Unibos Lantik Ketua BEM Terpilih

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pergantian kepengurusan, Dekan Fakultas Sastra Universitas Bosowa (Unibos) Dr. Mas’ud Muhammadiyah melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Unibos di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos, Kamis 22 Februari 2018.

Pelantikan yang menetapkan Ardiansyah sebagai Ketua Umum kepengurusan 2017-2018, mahasiswa Fakultas Sastra Unibos angkatan 2014 ini juga dilantik bersama para anggota lainnya. Termasuk Saras Dewi Salim selaku sekretaris dan Indriani T selaku Bendahara.

Mahasiswa kelahiran 13 Januari 1995 ini memiliki tekad dalam mewujudkan visi misinya menjadi Ketua BEM Sastra yang baru dengan mewujudkan kesatuan dalam setiap bagian di Fakultas Sastra.

“Misi utama saya ingin menjadi Ketua BEM Sastra Unibos untuk membangun kembali kesatuan dan persatuan dalam persaudaraan baik tingkatan mahasiswa, dosen hingga pimpinan fakultas untuk bersama membantu mewujudkan Fakultas Sastra yang lebih berprestasi dalam berbagai kegiatan akademik”, katanya.

Mahasiswa sapaan Ardi ini juga mengungkapkan beberapa programnya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat mahasiswa dalam pengembangan diri terkait bidang sastra.

Program tersebut disusunnya dalam beberapa program utama, program rutin dan program lain yang sifatnya non rutin.

“Untuk program besar, kami akan laksanakan seminar nasional kesusastraan dan bedah film. Ini kita angkat sebab ditujukan ke mahasiswa agar lebih terkoneksi dengan dunia perfilman untuk lebih diantusiaskan terhadap film lokal, bahwa film lokalpun masih memiliki nilai dan kualitas yang tidak kalah dengan dilm luar. Dan terkait seminarnya kami akan kesan lebih menarik dengan penampilan karya sastra dari mahasiswa”, katan Ardi.

Ketua terpilih BEM Fakultas Sastra Unibos ini juga menambahkan program rutinnya yang dikhususkan pada pengembangan kemampuan bahasa inggris.

“kita akan melakukan kegiatan rutin seperti english fun khusus mahasiswa internal Unibos, dan kegiatan english for social untuk membantu pengembangan kemampuan bahasa asing bagi masyarakat khususnya anak-anak kurang mampu”, tutur Ardi.

“Untuk kegiatan lainnya kita akan melakukan kajian sastra. Ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman bahwa sastra tidak hanya sekedar belajar tentang bahasa. Diluar dari itu, banyak karya sastra yang dapat dibedah seperti novel, puisi, drama dan karya sastra lain yang tentunya memiliki makna lebih dari hanya sebuah karya”, tambah Ardi. (**)