Berani, Tim Robot Polibos Ikut Ajang Internasional

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –Indonesia merupakan salah satu negara yang  cukup memperhatikan perkembangan teknologi robot.

Buktinya, Direktorat Jenderal Pendidikatn Tinggi (DitJenDIKTI) setiap tahun selalu mewadahi kreativitas mahasiswa Indonesia dalam menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI).

Tahun ini, Indonesia kembali mengikuti kontes robot tingkat Internasional Asian Broadcasting Union ( ABU) Robocon 2018 di Vietnam, 26 Agustus mendatang.

Sebagai salah satu lembaga pendidikan Politeknik yang memiliki visi menghasilkan manusia dan insani yang ahli dan terampil serta dapat bersaing secara global, Politeknik Bosowa (Polibos)  juga ikut ambil bagian dalam ajang yang disebut Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) 2018.

Tim Polibos bernama TROOPS, singkatan dari Tim Robot Politeknik Bosowa, selain itu, TROOPS  artinya pasukan atau prajurit yang selalu berani, sehingga bagi tim robot Polibos, kontes ini mempunyai slogan KRI harga mati.

Slogan tersebut bukan sekadar moto, namun bagi TROOPS, mengikuti kontes ini harus dibarengi dengan semangat dan bersungguh-sungguh.

Ketua TROOPS, Firnandy Sanjaya mengatakan, bukti semangat timnya salah satunya dengan mengurangi porsi tidur.

“Kami mengerjakannya seperti tidak mengenal waktu, keseriusan kami mengerjakan robot membuat porsi tidur terkadang berkurang . Itu supaya lebih banyak waktu kerjanya karena jadwal belajar di kampus juga cukup padat,” ungkap mahasiswa Teknik Mekatronika Polibos, Kamis, 22 Februari.

Tahun ini merupakan kali ketiga TROOPS mengikuti KRI. Total yang mengikuti KRI tahun ini berasal dari berbagai kampus, dan yang lolos tahap pertama yakni 77 kampus dan terbagi dari 4 regional.

TROOPS berada di regional 2, bersama dengan 25 tim lainnya dari berbagai kampus yang ada di Indonesia. Dari empat kategori yang diperlombakan, TROOPS mengikuti KRAI.

Kontes ini focus membuat robot bertema tradisi, yakni  Nem Con, yaitu  tema yang selaras dengan ABU Robocon 2018 yaitu ‘The Festival Wishin Happiness and Property’. Dalam hal ini setiap tim membuat robot lempar bola berkah.

Tahap kedua yang akan diikuti TROOPS yakni mengirimkan video perkembangan robot yang telah dibuat kepada tim KRAI sebelum 12 Maret mendatang. Lalu tahap selanjutnya mengikuti kontes KRAI untuk Regional 2 di Politeknik Negeri Bandung, Mei nanti.

Empat dari 25 tim akan lolos dan bertarung di kontes nasional di ITS Surabaya, dan yang menang akan mewakili Indonesia di Ninh Binh, Vietnam.

Pembina UKM Robotika Polibos, Ishak berharap, TROOPS bisa mendapatkan hasil yang terbaik, yakni mendapat juara hingga bisa mewakili di ajang Internasional.

“Saya yakin bisa lolos, melihat antusias mahasiswa yang begitu semangat mengikuti lomba robot. Betapa susahnya membuat robot itu, tapi mahasiswa kami tetap semangat. Sepulang kuliah mulai jam 4 mereka sudah mengerjakan robot hingga tengah malam,” ungkap Koordinator Laboratorium Mekatronika Polibos ini.

Dia menambahkan, keyakinannya bisa lolos juga selain semangat dari slogan KRI harga mati, juga karena pengalaman yang sebelumnya sudah dijalani.

Ishak menjelaskan, sewaktu kuliah dulu mengikuti kontes robot seperti ini, dan berhasil menjadi juara 1 tingkat regional. Dengan pengalaman itu, Ishak selaku pembina yakin bisa menggapai impian Polibos.

Firnandy juga tentunya berharap bisa memenangkan pertandingan nanti, karena kegiatan ini bukan main-main.

“Kami harap bisa lolos, tidak hanya dengan semangat tapi juga dengan aksi dengan membuat rancanan robot yang  terbaik, selain itu semoga segala pihak terus mendukung kami, sehingga harapan untuk kampus juga bisa tercapai, “jelasnya.

Hingga kini, TROOPS sudah dalam tahap pembuatan base robot, tempat roda, dan semacamnya, termasuk pengetesan pergerakan robot. (**)