Program Profesi Insinyur Unhas, Satu-satunya di KTI Terakreditasi Minimum BAN-PT

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi membuka Prodi Program Profesi Insinyur (PPI).

Ketua Tim Pembentukan Prodi PPI Unhas, Dr Eng. Ilham Bakri, ST, M.Sc mengatakan, bahwa Prodi PPI Unhas merupakan prodi sejenis yang kedelepanbelas di Indonesia.

” Meskipun demikian, Prodi PPI Unhas adalah yang pertama di Kawasan Timur Indonesia dan yang kedua di Indonesia setelah UGM yang memiliki akreditasi minimum dari BAN-PT,” kata Ilham, Jum’at, 20 April 2018.

Akreditasi dari BAN-PT tersebut sangat penting untuk menjamin lulusan dari prodi ini diakui eksistensinya oleh negara. Tanpa akreditasi dari BAN-PT, lulusan akan kesulitan memperoleh pekerjaan, sebab dewasa ini hampir seluruh lowongan pekerjaan itu selalu mensyaratkan akreditasi.

Sebelumnya, pada Kamis, 19 April 2018 di Lecturer Theater (LT) 1 Fakultas Teknik di Kampus Gowa berlangsung acara kuliah umum yang menandai peresmian pembukaan Prodi PPI Unhas.

Kuliah umum ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc, IPU, yang sekaligus bertindak sebagai pembicara kunci. Dalam orasinya berjudul “penguatan pendidikan profesi insinyur guna meningkatkan daya saing insinyur Indonesia”, mantan Dirjen Pendidikan Tinggi ini menyoroti kurang siapnya Indonesia dalam menghadapai era pasar regional maupun global yang membukakan pintu bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia.

“Oleh karena itu Prodi PPI di desain untuk merespon kebutuhan tersebut sehingga kegiatan-kegiatan pembangunan baik dalam bidang infrastruktur maupun pengembangan industri dapat dilaksanakan oleh putra putri yang professional,” kata Prof. Djoko.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unhas (yang mewakili Rektor) untuk peresmian tersebut berharap bahwa Prodi PPI ini akan menjadi prodi yang menghasilkan insinyur-insinyur professional, handal, berintegrasi, dan memiliki daya saing yang tinggi untuk mengemban amanat pembangunan nasional.

Prodi PPI Unhas akan segera melakukan proses penerimaan peserta baru khususnya untuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL. Adapun untuk jalur regular baru akan dimulai pada tahun 2019.

Jalur RPL sendiri merupakan kegiatan pengakuan akan kompetensi keinsinyuran seseorang melalui pemeriksaan portofolio keinsinyuran yang akan berlangung sekitar 3 sampai 4 bulan.

“Pelaksanaan RPL tidak memerlukan perkuliahan tatap muka lagi seperti format pendidikan di jalur regular dan Unhas akan melaksanakan jalur RPL tersebut sebanyak empat kali dalam setahun,” kata Dr. Eng. Ilham Bakri menutup keterangannya.(humas)