50 Pengurus Masjid ini Dilatih Soal Manajemen Pengelolaan Masjid

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Masjid dan Majelis Taklim se-Kota Makassar, di ruang rapat lantai 3 Gedung Menara UMI, Kamis, 3 Mei 2018.

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Masjid dan Majelis Taklim se-Kota Makassar, di ruang rapat lantai 3 Gedung Menara UMI, Kamis, 3 Mei 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Masrurah Mokhtar didampingi Ketua dan Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI Prof Salim Basalamah dan Drs. H Rauf Assagaf membuka Pelatihan Manajemen Pengelolaan Masjid dan Majelis Taklim se-Kota Makassar, di ruang rapat lantai 3 Gedung Menara UMI, Kamis, 3 Mei 2018.

Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar mengatakan, salah satu indikator keberhasilan manajemen pengelolaan masjid adalah ramainya jamaah yang shalat lima waktu, bukan diukur dari besar dan cantiknya masjid.

” Walaupun masjidnya kecil, sederhana, tetapi jamaahnya ramai, ini berarti pengurus berhasil mengelola dan memakmurkan masjid,”ujar Prof Masrurah.

Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengurus masjid, karena diberikan materi pengelolaan keuangan masjid dengan baik, mengatur penceramah dan bagaimana bisa memakmurkan masjid.

Demikian juga dengan majelis taklim, kehadiran dan aktifitasnya di masjid diharapkan memberi manfaat bagi jamaah masjid dan dapat memakmurkan masjid

Sementara Ketua LPMD UMI Prof Salim Basalamah, menambahkan, pelatihan ini diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan bagi pengurus masjid dan majelis taklim, karena mengelola masjid di era globalisasi ini penuh dengan tantangan dan permasalahan yang kompleks, sehingga dibutuhkan manajemen pengelolaan masjid yang baik dan berkualitas.

Sekretaris LPMD, Abd Rauf Assgaf menyebut pelatihan yang berlangsung sehari ini, diikuti 50 orang utusan pengurus Masjid dan Majelis Taklim, dengan materi antara lain, Teknik Berpidato dan Khotbah, Manajemen Pengelolaan Masjid dan Majelis Taklim, Teknik Penyelenggaraan Jenazah, Keprotokoleran , Tahsinul Qira’ah dan Zikir sebagai Model Penyadaran Karakter Umat. (**)