Curhat Sumiati Saat Anaknya Tak Lolos PPDB Online

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online membuat Sumiati Deng Bollo (43) meneteskan air mata.

Warga Kampung Bayam, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Makassar tak kuasa menahan tangis kala anaknya yang ke 3 bernama Firman Bakri dinyatakan tidak lulus di SMP Negeri 3 Makassar.

Sumiati tak kuasa menahan tagis, lantaran anaknya yang sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 selalu meraih peringkat 3 besar. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan anaknya terbantahkan oleh sistem PPDB.

Dia mengaku, selain karena biaya untuk menempuh pendidikan di sekolah swasta tidak mampu dia penuhi, keinginan anaknya untuk menempu pendidikan di sekolah negeri juga sangat besar.

” Tidak lulus karena alasan jaraknya jauh dari sekolah, sementara saya tinggal di pesisir kota. Baru ini anak berprestasi kasian, mulai dari kelas 3 SD sampai kelas 6 selalu masuk dalam peringkat 3 besar,” kata Sumiati sambil menangis terseduh-seduh saat berbincang dengan awak media, Rabu 11 Juli 2018.

Tidak hanya itu saja, Sumiati mengaku, bahwa guru Firman di SD Inpres Barombong 1 sangat mendukung anaknya untuk melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Makassar.

“Gurunya datang, sangat mendukung ini anakku kasian. Dia suruh sekolah di SMP Negeri 3,” jelasnya.

Masih lanjut Sumiati, bahwa pilihan lain adalah sekolah swasta, akan tetapi karena persoalan ekonomi sehingga dia harus berpikir kembali jika mau melanjutkan pendidikannya.

“Swasta ini bianya mahal nak,” ucapnya.

Saat ditanya soal solusi yang akan dia tempuh, Sumiati malah tidak bisa menahan air matanya, dia mengaku takut jika pendidikan anaknya akan terlantar.

“Jadi bagaimanami anak saya ini, dimana mau dikasi sekolah? anak saya ini sudah terlantar,” tutupnya. (**)