Prof Masrurah Lantik MPC ADI Tana Luwu

Prof Masrurah Lantik MPC ADI Tana Luwu.

Prof Masrurah Lantik MPC ADI Tana Luwu.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Seminar Antar Bangsa Indonesia Malaysia dirangkaikan pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Asosiasi Dosen Indonesia masa amanah 2018 -2023 Tanah Luwu berlangsung di auditorium IAIN Palopo, Rabu 1 Agustus 2018.

Sekda Palopo H Jamaluddin SH MH menyampaikan, kehadiran tamu undangan dari luar Palopo khususnya rombongan serumpun UMS dan Ketua ADI Sulsel beserta rombongan merupakan kehormatan pemerintah dan masyarakat kota Palopo

” Ini berkah tersendiri dan pertanda kemajuan peran dan tanggungjawab dosen dalam pengembangan pendidikan di Kota Palopo, kami berharap dengan organisasi profesi dosen ini akan lahir ide dan gagasan dan cerdas model pengembangan pendidikan yang melahirkan generasi yang cerdas berkatakter, dan mampu bersaing di era revolusi industri 4.0,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua ADI Cabang Tanah Luwu yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Dr Suwedi menambahkan, UMS dengan IAIN Palopo dengan ADI berupaya mendorong dosen meningkatkan kinerja dan partisipasi terutama dalam mengimplementasikan tri darma perguruan tinggi.

Suwedi pun berharap, seminar dengan antar bangsa ini ibarat titian muhibah, tercipta harmonisasi pendidikan dan kebudayaan Indonesia dan Malaysia

Ketua Umum ADI Sulsel, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA menuturkan, organisasi ADI menjadi organisasi profesi dosen tertua yang bertujuan untuk menjawab tantangan profesi dosen seiring dengan perubahan lingkungan yang amat dinamis dan sangat membutuhkan kemitraan dan kolaborasi antar dosen itu sendiri.

Untuk di Sulsel, menurut Rektor UMI ( amanah 2014-2018) ADI telah hadir sejak tahun 2011, dan tahun 2017 di perhelatan Rakernas diamanatkan majelis pimpinan wilayah membentuk cabang berbasis kabupaten atau gabungan kabupaten, implementasi program tersebut  diwujudkan dengan pelantikan pengurus DPC di Kabupaten dan komisariat di kampus.

Berkaitan dengan tema yang diusung, Ketua Umum BKS PTIS pusat ini menyebut, masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia, memiliki sejarah panjang dalam hal pengembangan budaya lokalnya.

” Kebudayaan lokal Indonesia maupun Malaysia dahulu dikembangkan oleh para cerdik pandai, alim ulama, para pemikir pada zamannya. Kebudayaan bugis, makassar, toraja, mandar, budaya luwu, budaya palopo, dan budaya melayu adalah hasil pemikiran dari para cerdik pandai di masanya. Perilaku, tatanan sosial, bahasa adalah hasil dari olah kebudayaan. Kearifan lokal yang berasal dari budaya lokal, perlu dijaga dan dilestarikan oleh para kaum terdidik zaman sekarang,”kata Prof Masrurah.

Sebagai pendidik, dosen Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Indonesia (AdI), lanjutnya, harus mampu mengembangkan harmonisasi antara kebudayaan dan pendidikan.

” Tidak ada artinya pendidikan tanpa kebudayaan dan juga kebudayaan akan mandul tanpa dilakukan oleh orang terdidik. Tidak ada yang perlu ditentangkan mengenai pendikan dan kebudayaan. Keduanya selayaknya berkembang secara selaras untuk menciptakan manusia manusi terdidik yang paripurna, pintar otaknya, kreativ, inovatif dan berperilaku selaras dengan kebudayaan adi luhung,”tutupnya.

Di akhir sambutan, mantan Dekan Fakultas astra UMI ini mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada pengurus ADI Cabang Tana Luwu 2018-2023 semoga nantinya dapat merumuskan program kerja yang dapat menunjang dan memfasilitasi para dosen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya untuk terus berkarya dan berprestasi di era distruption.

Hadir Sekda Palopo, H Jamaluddin SH MH,
Ketua MPW ADI Sulsel, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA, Pengurus ADI Sulsel, Sekum Dr Mulyadi Hamid, SE MSi., Wakil Sekretaris Dr Hj Nurjannah Abna M.Pd, Bidang Kerjasama Dr.Setyawati Yani M.T.IPM, Asean Eng, Rektor IAIN Palopo, Rektor Universitas Andi Jemma
STIP Palopo, Ketua Stikes Kota Palopo, STIKIP Muhamamdiyah Palopo, Rektor Uncok Palopo
Dekan Humanity Universitas Malaysia Sabah Prof Dr Ismail Ibrahim dan pensyarah serta mahasiswa Program S3 UMS sebanyak 31 orang. (**)