Pasca Sarjana Unhas Gelar Konferensi Internasional Tentang Kebencanaan

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sekolah Pasca Sarjan Universitas Hasanuddin menggelar Konferensi Internasional yang bertajuk The 1st Internasional Conference on Global Issue for Infrastructure, Environment and Socio-Economic Development di ruang Phinisi Ballaroom Hotel Claro.

Konferensi yang membahas tema Natural Disaster Management on Risk Reduction Toward Sustainable Development for Civic Society tersebut menghadirkan dua keynote speaker, yaitu Kepala Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karwanawaty, M.Sc., Ph.D., dan mantan Rektor Unhas Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.Bo.

Selain itu, kegiatan ilmiah ini mengundang empat pembicara asing (invited speakers) yang ahli dalam kebencanaan, yakni Prof. E. Takeshi ITO dari National Institute of Technology, Akita College & Akita University (Jepang), Prof. Peter Davey, Griffith University (Austalia), Dr. Meine van Noordwijk, Wageningen University (Belanda), Dr Mohammad Effendi bin Daud dari Universitas Tun Hussein Onn Malaysia.

Konferensi ini dihadiri 200 peserta biasa dan 74 pemakalah yang akan dibagi dalam empat sesi paralel, masing-masing mengulas sub topik:

– Analisis, Monitoring dan Mitigasi Bencana
– Kesiapan Emergensi dan Isu Sosial Ekonomi
– Infrastruktur dan Lingkungan dan
– Faktor Manusia, Asesmen dan Mitigasi Multi Resiko/Bahaya serta Keamanan/Keselamatan /Ketangguhan Bencana.

Acara ilmiah tersebut dibuka oleh Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA. Dalam sambutannya, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu merasa senang dan terhormat membuka konferensi yang dihadiri oleh para ahli dan tamu undangan luar negeri.

Dwia menyatakan, keyakinannya bahwa kegiatan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang berharga dan bermanfaat bagi para ilmuwan yang bisa dibagi kepada publik di tanah air dan dunia internasional.

Guru besar Departemen Sosoilogi itu juga menyatakan kepritahatinannya atas bencana gempa bumi yang menimpa daerah Lombok belum lama ini.

“Saya pikir topik konferensi ini sangat penting dan menjadi isu yang mengemuka belakangan ini. Apalagi, sebagian dari kita di Indonesia hidup di wilayah cincin api dimana gempa bumi dan tsunami selalu mengancam. Kita prihatin, sekarang ini, saudara-saudara kita di Lombok sedang mengalami musibah. Dan, tim bencana Unhas yang dipimpin Prof Idrus ikut terlibat dalam penanganan medis dan sosial di Lombok,“ ucap Prof Dwia.

Rektor Unhas yang didamping Direktur Pasca Sarjana Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, Ph.D., membuka acara dengan memukul gong sebagai tanda kegiatan konferensi telah dimulai. Acara kemudian dilanjutkan dengan persentasi dari keynot speaker dan pembicara tamu asing.

Dalam paparannya, Kepala BMKG Prof Dwikorita Karwanawaty mengulas tentang Kesadaran Terhadap BMKG Dalam Mengurangi Resiko Bencana.

Dalam menghadapi resiko dan potensi bencana yang banyak mengguncang Indonesia, menurutnya, Indonesia perlu belajar dan mengambil pengalaman sukses dari Jepang yang bisa bertahan dari gempuran bencana dan gempa bumi.

“Indonesia mesti mengikuti kemampuan dan kemajuan yang dimiliki Jepang. Karena itu, kita harus selalu bertukar gagasan, pemikiran, dan pengamalan bagaimana kita bisa bertahan dan tangguh menghadapi serangan bencana,” kata Dwikorita.

Mantan Rektor UGM ini mengungkapkan bahwa BMKG telah bekerja sangat profesional untuk memantau dan mendeteksi ancaman dan terjadinya bencana di tanah air. BMKG bekerja 24 jam dengan bantuan satelit dan radar yang canggih untuk memastikan adanya potensi gempa bumi dan tsunami. Sehingga publik di Indonesia selalu bisa mengakses informasi terbaru terkait bencana.

“Kami memiliki kurang lebih 60 persen staff dari kalangan milenial. Mereka sangat antusias mengikuti perkembangan informasi bencana. Mereka berhasil mengembangkan matematika algoritma. Mereka juga mampu mengekstrak data dari satelit ke hotspot data yang bisa digunakan untuk memantau perkembangan cuaca atau kebakaran hutan,“ ungkap Dwikorita.

“Indonesia harus mengembangkan teknologi mitigasi bencana. Itu artinya kita perlu mengembangkan kemampuan dan hasil riset kita. Kita juga perlu saling bekerja sama, dan di forum seperti inilah kita memulainya,” katanya.

Sementara itu, dalam persentasinya Prof Idrus A. Paturusi membahas tentang Manajemen Bencana Kesehatan. Mantan Rektor Unhas ini mengulas tentang manajemen bencana yang terdiri dari pencegahan dan mitigasi bencana, kesiapan menghadapi bencana, saat dan sesudah bencana terjadi, rekonstruksi dan rehabilitasi.

Prof Idrus juga memaparkan berbagai jenis bencana alam dan bencana yang terjadi karena perbuatan manusia. Dia juga berbagi cerita dan pengalaman bagaimana berada di lokasi-lokasi bencana.

Para peserta konferensi yang menyaksikan persentasi Prof Idrus tampak serius. Mereka bisa melihat langsung keadaan dan kondisi riil korban bencana yang ditampilkan melalui slide gambar-gambar. Prof Idrus adalah sosok yang selalu hadir dalam setiap kejadian musibah alam. Sehingga, dia dapat berbagi ilmu dan pengalaman yang menarik di forum internasional tersebut.

Acara konferensi internasional ini berlanjut hingga sore hari yang menampilkan empat pembicara asing dan persentasi serta pembahasan karya ilmiah yang bahannya telah diterima panitia. Karya-karya ilmiah yang terbaik akan dikirim ke berbagai jurnal terindeks Scopus sebagai penghargaan panitia atas karya para peserta.(*)