Dubes Korea Selatan Akan Bantu Pembukaan Program Bahasa Korea di Unhas

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia H.E. Chang-beom Kim mengatakan, keinginannya untuk mendukung pembukaan program bahasa Korea di Unhas.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia H.E. Chang-beom Kim mengatakan, keinginannya untuk mendukung pembukaan program bahasa Korea di Unhas.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dalam rangkaian kuliah umumnya di Unhas Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia H.E. Chang-beom Kim mengatakan, keinginannya untuk mendukung pembukaan program bahasa Korea di Unhas.

Hal ini didasari oleh fakta bahwa semakin banyak anak-anak muda yang tertarik dengan bahasa dan budaya Korea, sebagaimana terungkap dalam dialognya dengan mahasiswa-mahasiswa Unhas pada sesi kuliah umum.

Menurut Dubes Kim, saat ini telah ada 4 universitas di Indonesia yang membuka Jurusan Kajian Korea dan telah ada 13 perguruan tinggi yang mempunyai program bahasa Korea.

Dubes Kim berharap, Unhas juga dapat menjadi bagian kemitraan.

“Khusus dengan Universitas Hasanuddin, saya berharap jaringan akademik ini akan berkembang, dimana kami akan mengalokasikan lebih banyak energi untuk mengembangkan hubungan dengan Indonesia, terutama bahasa Korea,” kata Dubes Kim dalam wawancara dengan awak media.

Dirinya mengakui, bahwa hal ini mungkin akan membutuhkan sedikit waktu, karena dia harus membahasnya dengan beberapa mitra akademik di Korea Selatan.

“Namun saya telah berdiskusi dengan ibu Rektor. Kami akan mengirim beberapa dosen untuk mengajarkan bahasa Korea di Unhas. Saya akan mendiskusikan dengan universitas di Korea yang bersedia untuk mengirimkan dosen-dosen mereka kesini. Saya berharap rencana ini dapat direalisasikan tahun depan, tapi mari kita lihat perkembangannya seperti apa,” kata Dubes Kim.

Hubungan Indonesia dan Korea Selatan sangat berkembang karena adanya beberapa kesamaan diantara kedua negara.

“Negara kita sama-sama mengadopsi liberal demokrasi yang semakin matang, ekonomi pasar yang terus tumbuh dan pengakuan terhadap hukum. Dan yang terpenting, rakyat Indonesia dan Korea memiliki penghormatan yang sama terhadap nilai-nilai kekeluargaan. Ini adalah aset yang penting untuk menjadi pengikat hubungan kedua negara,” kata Dubes Kim.

Dalam kaitannya dengan perkembangan demokrasi di Indonesia, Dubes Kim menilai pertumbuhan demokrasi di Indonesia saat ini relatif baik, dimana Indonesia dan Korea memiliki kesamaan dalam hal ini.

“Kita tidak dapat mengatakan bahwa sistem kita sudah sempurna. Tapi saya melihat Indonesia dan Korea sama-sama menjadi model bagi perkembangan demokrasi yang dicontoh oleh banyak negara di dunia,” tutup Dubes Kim.(**)