Menteri Pertanian Beri Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Unhas

Menteri Pertanian Beri Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Unhas.

Menteri Pertanian Beri Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Unhas.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr Ir Andi Amran Sulaiman, M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan, salah satu kegiatannya adalah memberikan kuliah umum di depan mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

Kuliah umum berlangsung di aula Fakultas Pertanian, Kamis (13/12/2018), pukul 10.00 waktu setempat.

Kuliah umum ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas dan sejumlah pejabat terkait di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya di awal kuliah, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Sc.Agr. Ir. Baharuddin menyampaikan bahwa saat ini Fakultas Pertanian Unhas memiliki 136 dosen, 93 diantaranya bergelar doktor dan 31 orang sudah memiliki jabatan guru besar atau profesor.

“Yang paling membanggakan sebenarnya di Fakultas Pertanian adalah karyanya, dimana saat ini sudah ada 46 paten yang dihasilkan,“ ungkap Prof Baharuddin.

Sepanjang tahun 2018 ini sebanyak 79 artikel dosen yang masuk dalam jurnal terindeks scopus.

” Tapi yang utama adalah bagaimana inovasi yang ada di Fakultas Pertanian bisa diterapkan dan dirasakan oleh masyarakat banyak. Itulah yang kita harapkan. Tahun ini juga sudah berjalan kegiatan pengembangan padi unggul bekerja sama dengan pihak Taiwan,“ kata Prof. Baharuddin.

Di hadapan Mentan, dosen, dan mahasiswa, Prof Baharuddin menyatakan sedang mengupayakan menjadikan semua program studi di fakultasnya terakreditasi internasional AUN QA.

“Minggu lalu sudah dilakukan visitasi dari AUN untuk program studi Agrobisnis, bulan dua nanti program studi Ilmu Teknologi Pangan, bulan enam program studi Keteknikan Pertanian, di akhir tahun depan program studi Agroteknologi. Jadi kita berharap bahwa di tahun 2019 nanti seluruh program studi S-1 di Fakultas Pertanian terakreditasi internasional, “ ujar Prof Baharuddin yang disambuat aplaus meriah.

Menteri Amran Sulaiman dalam kuliahnya menjelaskan sejumlah hal, di antaranya capaian pemerintah di sektor pertanian yang mengalami perkembangan membanggakan.

Selama empat tahun terakhir ini sektor pangan penyumbang penekan inflasi rendah dibandingkan dengan sektor lain, dimana inflasi pangan pada tahun 2018 hanya mencapai 1,26 persen dari 10,57 persen pada tahun 2014.

Nilai ekspor pertanian, nilai investasi serta kontribusi PDB Pertanian terhadap pendapatan nasional juga konsisten menunjukkan kenaikan.

Menteri Amran mengklaim, sejumlah indikator pertanian yang mengalami perkembangan tersebut merupakan capaian yang luar biasa bagi negeri ini.

Hanya saja, menurutnya, ada pihak-pihak yang kurang senang dengan kemajuan ini, sehingga capaian pemerintah dianggap tidak berhasil. Upaya pemerintah untuk membangun sektor pertanian juga mengalami tantangan dari pihak tertentu, khususnya mafia.

“Memang berat, kami dibully, kami diserang, tapi harus diterima karena itu risiko jabatan,“ ungkap Menteri Amran.

Selain mempresentasikan kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di bidang pertanian, Amran Sulaiman juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang hadir.

Dia mengatakan kepada mahasiswa untuk mengubah mindset, perilaku, dan kebiasaan. Dia juga mendorong mahasiswa untuk menjadi entrepreneur. Usaha di bidang pertanian, menurutnya, sangat menjanjikan, hanya saja membutuhkan perubahan dan kerja keras.

“Jadi kalau Anda mau kaya, pertama punya mimpi besar, orang besar bermimpi besar. Setelah mimpi besar, rubah mindset. Setelah berubah mindset berubah kebiasaannya. Kebiasaan buruk dibuang, ambil yang baik, kemudian ulangi terus menerus, “ katanya di depan ratusan mahasiswa yang hadir.

Usai memberikan kuliah umum, alumni Pertanian Unhas ini melakukan pertemuan terbatas dengan pimpinan Fakultas Pertanian Unhas. Dalam pertemuan ini dibahas beberapa isu strategis untuk pengembangan Fakultas Pertanian ke depan.(humas)