Jusuf Kalla Berharap Tampilan Kampus di Masa Mendatang Lebih Modern

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meresmikan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) dan melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) serta menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Infrastrusktur UIM di Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu 22 Desember 2018.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meresmikan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) dan melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) serta menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Infrastrusktur UIM di Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu 22 Desember 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meresmikan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM) dan melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) serta menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya pembangunan Infrastrusktur UIM di Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu 22 Desember 2018.

JK berpesan agar selalu fokus menjaga kualitas perguruan tinggi, bukan hanya dari segi jumlah mahasiswanya melainkan juga mutu SDM serta sarana dan prasarananya.

“Sekarang ini kita cenderung meminta Kementerian Pendidikan (Menristek Dikti) agar universitas negeri jangan terlalu banyak menerima mahasiswa, agar dapat lebih menjaga kualitasnya, “ujarnya.

Selain itu, Wapres juga meminta agar kampus di masa mendatang harus memiliki tampilan modern, tidak lagi mengacu pada adat-adat suatu daerah tertentu, yang justru menandakan kampus zaman dulu, dan berarti kembali ke belakang.

“Kampus itu harus mencerminkan pandangan ke depan, tidak lagi ke belakang,”tegasnya.

JK pun meminta kepada Perguruan Tinggi (PT) untuk terus mendorong pengembangan riset dan teknologi. Ia pun berharap PT bisa menciptakan entrepreneur muda.

” Universitas harus bisa menjalankan visi dan misinya,”pungkasnya.

Sementara itu, Menristek-Dikti, Prof Moh Nasir mengatakan Kemenristek-DIKTI saat ini fokus pada menciptakan lulusan yang sesuai dan dibutuhkan dunia kerja dan usaha. Ia menegaskan ke depan tidak ada lagi perbedaan antara PTN dan PTS.

“Nanti tinggal masyarakat yang memilih PT yang memberikan mutu. Kalau PT tidak berkembang, maka akan ditinggalkan masyaratakat,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan kepada PT untuk bisa memberikan ruang kepada lulusannya untuk berinovasi guna menjangkau dunia usaha.

Prof Nasir memgungkapkan saat ini ada 4600 PT di seluruh Indonesia, tetapi hanya tiga PT yang sudah mendunia.

“UI (Universitas Indonesia), ITB (Institut Teknologi Bandung), dan Universitas Gajah Mada (UGM) yamg sudah mendunia. Ke depan ada 2 PT yang akan dilihat dunia,”sebutnya.

Untuk di Makassar, imbuhnya, PTS yang telah memiliki akreditasi A yakni Universitas Muslim Indonesia (UMI).

” (PTS) Khusus untuk di luar Jawa yang sudah akreditasi A hanya satu yaitu di Makassar yakni UMI,” sebutnya.

Rektor UIM Majdah M Zain mengaku bahagia Wapres JK bisa meresmikan secara langsung Ground Breaking sejumlah fasilitas di UIM.

“Ini kebahagian kebahagian bagi kami keberadaan pak JK bisa hadir di Silaturahmi Trimatra dan juga meresmikan sejumlah fasilitas di UIM. Beliau (JK) adalah peletak dasar Yayasan Al Ghazali,” ujarnya.

Ia pun berharap, dengan peningkatan fasilitas di UIM bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan dihasilkan. Ia mengungkapkan saat ini, UIM juga mempersiapkan Re-Akreditasi.

” UIM semakin mendapatkan kepercayaan. Pada tahun 2015 lalu, UIM berhasil meraih akreditasi B. Sekarang kami mempersiapkan Re-Akreditasi,” tegasnya. (**)