UMI Makassar-Duta Besar Palestina MoU Bahas Solusi Demi Perdamaian Dunia

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjalin kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara pihak UMI dan Duta Besar Palentina.

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjalin kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara pihak UMI dan Duta Besar Palentina.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjalin kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara pihak UMI dan Duta Besar Palentina.

Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua pimpinan itu yakni Duta Besar Palestina Untuk Indonesia, Zuhair Al Shun juga Rektor UMI Makassar, Prof Dr Basri Modding SE. MM. Serta pengurus yayasan wakaf UMI dilakukan di Fakultas Kedokteran UMI Makassar baru-baru ini.

“MoU ini, kami ingin pelajar dari Palestina bisa melanjutkan kuliah di UMI Makassar. Juga pandangan pihak UMI sebagai solusi untuk perdamaian konflik di negara Palestina,” kata Duta Besar Palestina Untuk Indonesia, Zuhair Al Shun saat membawa kuliah umum seuai MoU tersebut.

Dikatakan, tiga masalah yang dihadapi di negara tersebut sehingga dicarikan solusi. Pertama, prospek perdamaian di timur tengah. Kedua, keberlanjutan eksistensi umat islam dan Ketiga, kemerdekaan bangsa Palestina.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia dituntut banyak berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini, terutama bagaimana memberikan solusi.

Banyak kalangan menyebut masalah Israel dan Palestina ini merupakan konflik abadi karena memang konflik wilayah tersebut hingga kini belum menemukan solusi secara permanen.

“Saya sangat bahagia disini. Saya sudah memaparkan kondisi dan kehidupan islam disana. Dan Kami juga minta pandangan Dosen pihak UMI sebagai solusi untuk perdamaian konflik di negara Palestina, ini demi kebutuhan kesejahteraan warga Palestina disana,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding SE. MM, menilai permasalahan di palestina membutuhkan penanganan serius. Maka pihaknya juga akan mencari solusi untuk kepentingan umat.

Solusi yang ia maksud adalah, UMI membuka diri ke Palestina dengan cara pertukaran pelajar yang hendak melanjutkan kuliah di kampus terbaik di luar Pulau Jawa itu.

“Terkait muslim di Palestina ya, kita membantu saudara kita di Palestina yang mungkin masih ada yang belum mampu sekolah yang kita bantu yaitu pembiayaannya gratis,” katanya.

Adapun fasilitas disiapkan jika warga Palestina hendak menikmati Pendidikan Tinggi di UMI. Maka disiapkan lokasi tempat tinggal, gratis SPP/BPP serta pembinaan lainya.

“Sudah kita siapkan, apalagi para wakil Rektor hingga yayasan bersedia menerima. Ini baru perkenalan awal yang sudah dibicarakan tidak menutup kemungkinan nanti akan bertambah lagi hal lain,” katanya. (**)