Peserta KKN Tematik Bawaslu Sulsel-Unhas Dilepas

Sebanyak 51 peserta mahasiswa KKN Tematik kerjasama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel dan Universitas Hasanuddin (UH), dilepas di kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (2/4/2019).

Sebanyak 51 peserta mahasiswa KKN Tematik kerjasama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel dan Universitas Hasanuddin (UH), dilepas di kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (2/4/2019).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebanyak 51 peserta mahasiswa KKN Tematik kerjasama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel dan Universitas Hasanuddin (UH), dilepas di kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (2/4/2019).

Hadir pada pelepasan tersebut
Ketua Bawaslu Sulsel Drs HL Arumahi, MH, Dr. Ir Abd Rasyid Djalil, M.Si (Sekretaris LPPM Unhas), Muh. Kurnia, M.Sc, Ph.D (Ketua P2KKN Unhas), Dr. Awaluddin, M.Kes (Supervisor KKN Kab. Maros) dan Dr. A. Lukman Irwan, M.Si (Supervisor KKN Kabupaten Gowa.

Kepala Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Universitas Hasanuddin Muhammad Kurnia saat pelepasan Mahasiswa KKN Tematik mengatakan, KKN Tematik bersama Bawaslu adalah salah satu bentuk partisipasi Perguruan Tinggi dalam pengawal demokrasi agar berjalan dengan baik.

“Selain tugas pengabdian ini, juga bagaimana masyarakat di daerah tempat adik-adik KKN nantinya mendapat pemahaman mengenai pengawasan dan haknya dalam Pemilu. Tak kalah pentingnya juga tetap jaga nama baik Almamater, dengan begitu nama Bawaslu juga akan baik di masyarakat,” kata Muhammad Kurnia.

Ketua Bawaslu Sulsel L Arumahi dalam sambutannya mengatakan, KKN Tematik bersama Perguruan Tinggi ini memiliki pesan khusus yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

” Pertama tentu pesan/pesan atau sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2019, karena Pemilu adalah agenda nasional, maka kita semua bertanggung jawab menyukseskan. Kedua, kata mantan wartawan ini untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat, baik dalam hal menyalurkan hak pilihnya maupun mengawasi tahapan Pemilu, dan yang ketiga, kami harapkan peserta KKN untuk ikut mengawasi proses pelaksanaan pemilu di daerahnya masing-masing. Pesan saya kepada teman-teman pengawas, adik-adik mahasiswa agar bet koordinasi dengan jajaran pengawas pemilu di kabupaten, kecamatan, kelurahan/desa bahkan dengan pengawas TPS dalam melakukan langkah-langkah pencegahan, utamanya pencegahan politik uang, ingatkan pemilih kita untuk tidak tergoda dengan politik uang,” kata Arumahi. (***)