UMI PTS Pertama dan Satu-Satunya Akreditasi ‘A’ 

UMI telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau nilai ‘A’ dan dari 17 program studi yang berjumlah 56. (foto:ist)

UMI telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau nilai ‘A’ dan dari 17 program studi yang berjumlah 56. (foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Melanjutkan kuliah di Universitas Muslim Indonesia adalah pilihan tepat, karena UMI telah dipercaya oleh pemerintah sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta paling bergengsi dan mampu mengimbangi rivalnya PT Negeri, apalagi PT milik swasta yang ada di hampir seluruh pelosok negeri Indonesia.

UMI telah memperoleh akreditasi institusi dengan kategori unggul atau nilai ‘A’ dan dari 17 program studi yang berjumlah 56 diantaranya telah akreditasi A dan sementara proses untuk mendapat pengakuan internasional dari AUN-QA.

UMI juga berhasil menempatkan dirinya pada peringkat ke-64 dari 4.674 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia (data dari Kemenristekdikti, 2018).

Pencapaian demi pencapaian signifikan yang diperoleh sejak tiga tahun terakhir, Universitas Muslim Indonesia pun dapat berdiri sejajar dengan institusi pendidikan ternama lainnya di Indonesia.

Saat ini UMI memiliki dosen 861 orang, 49 orang diantaranya guru besar, terbanyak di wilayah IX Sulawesi dari 73 guru besar yang tersebar dalam lingkup LL DIKTI Wil. XI Sulawesi.

Wakil Rektor I, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad,MT, saat ditemui ruangannya, Menara UMI, Senin 24 Juni 2019 mengatakan, kuliah di UMI calon mahasiswa baru akan memiliki keunggulan sebagai sumber daya manusia yang mampu berdaya saing dengan karakter Islam, berkarya dengan landasan spririt dan etik Islam, juga diberi kesempatan memperoleh gelar ganda (double degree) dan beberapa keterampilan lainnya, diantaranya kewirausahaan sebagai bagian dari komitmen UMI dengan tujuan melahirkan sarjana yang berjiwa wirausaha dan membekali dengan pelatihan K3, sehingga alumni UMI siap berkarya dan berdaya saing di berbagai bidang profesi, keilmuan dan keahlian dengan akar identitas moral sebagai seorang Muslim.

Hal ini juga merespon tantangan revolusi 4.0, Mahasiswa bisa melakukan pembelajaran melalui tiga server untuk berselancar di dunia maya.

Diketahui UMI hanya menerima mahasiswa baru sebanyak 4.500 dan pendaftaran melalui laman website resmi UMI. situs http://spmb.umi.ac.id, bagi mahasiswa yang kesusahan mendaftar melalui online, maka pihak kampus memberi layanan secara offline, di Menara UMI lt. 2.

Pengunggahan lampiran berkas: Foto Copy Ijazah dan Hasil Ujian Nasional (UN) yang telah dilegalisir bagi yang telah memiliki ijazah, Pas Photo terbaru berwarna ukuran 3×4 cm latar belakang warna merah, untuk lulusan yang setara SMA dari luar negeri, ijazah atau surat kelulusan dilegalisir oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi yang memilih program studi Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi wajib menyertakan rapor kelas X s.d. XII yang dilegalisir Kepala Sekolah dan Tahun ijazah paling rendah 2017, Bagi pemegang ijazah paket C dan/atau Surat Keterangan Lulus dari Sekolah, menyertakan rapor kelas XII yang dilegalisir Kepala Sekolah.

Bagi Calon Mahasiswa Bebas Test, wajib menyertakan Surat Keterangan Ranking Umum Sekolah (Peringkat 1 – 10 lulusan) Tahun 2019. Surat Keterangan/Sertifikat Juara pada MTQ, bidang ilmu pengetahuan, olah raga atau seni, baik pada tingkat Provinsi, Nasional dan International dari Pejabat Terkait.

Pendaftaran untuk offline, Formulir dapat diambil pada Sekretariat Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), di Gedung Menara UMI Lt. 2 Jl. Urip Sumoharjo Km. 05 Makassar. Setiap hari kerja (Senin-Sabtu) pukul 08.00 s.d 16.00 WITA
Pendaftaran Maba UMI dibuka hingga 12 Juli dan test tanggal 15 Juli 2019. (***)