Unhas Kampus Pertama di Luar Jawa untuk Program Kampus Merdeka Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) Institut dan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pertemuan guna membahas penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka.

Bank Indonesia (BI) Institut dan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pertemuan guna membahas penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia (BI) Institut dan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pertemuan guna membahas penerapan program merdeka belajar dan kampus merdeka. Kegiatan berlangsung pukul 15.00 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, baru-baru ini.

Dr. Arlyana Abubakar selaku Direktur BI Institut menjelaskan program kampus merdeka BI merupakan wujud kontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia unggul era digital.

Terdapat tiga hal penting yang melandasi BI berpartisipasi dalam program Kampus Merdeka, yaitu turut merealisasikan visi pemerintah membangun SDM Unggul mencapai Indonesia maju, memiliki ilmu yang mendukung Program Kampus Merdeka (khususnya kebanksentralan dan digital ekonomi dari sisi konsep, praktek, pengalaman dan karakter sejalan dengan visi BI), serta pentingnya kolaborasi yang meliputi akademisi, bisnis dan government.

“Saat ini sudah ada tujuh perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program kampus merdeka BI Institut. Semuanya masih berada di pulau Jawa, dengan jumlah peserta 36 orang. Fokus pada pengembangan project. Ini akan kami perluas, sehingga kami berharap Unhas dapat terlibat dalam program ini,” jelas Arlyana.

Waki Rektor Bidang Akademik Unhas Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, MP., mengapresiasi kerja sama Unhas dengan BI untuk penerapan Kampus Merdeka. Pada dasarnya, Unhas dan BI telah lama menjalin kemitraan berbagai aspek utamanya bidang pendidikan ekonomi.

Prof Restu menuturkan kerja sama ini adalah hal yang baik dalam rangka mendukung program Kemendikbud Republik Indonesia. Secara kelembagaan, Unhas secara konsisten dan bertahap menerapkan program ini, baik secara internal maupun menjalin kemitraan dengan pihak luar.

“Program kampus merdeka kita mulai dengan Permata Sakti. Selain itu, ada pula konsorsium Fakultas Teknik dan Konsorsium beberapa PTN-BH. Program ini mendapatkan perhatian cukup besar dari mahasiswa, setidaknya ada 4.500 lebih mahasiswa yang terlibat. Ini terus bertambah, kami terus mensosialisasikannya,” jelas Prof Restu.

Setelah menyampaikan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan secara rinci mengenai program kampus merdeka BI Institut.

Program Kampus Merdeka BI Institut mencakup tiga area pengembangan talent dengan pendekatan Knowledge, Skill, and Abilities (KSA) Model. Dalam implementasinya, aspek knowledge akan diarahkan pada penguatan pengetahuan dan pemahaman terhadap fungsi dan tugas Bank Sentral melalui kegiatan pembelajaran.

Selain itu, pengembangan skill guna menerapkan pengetahuan peserta melalui project/research, serta perilaku sesuai dengan etika bekerja, antara lain interpesonal skill dan problem solving melalui working experience dan mentoring.

Kegiatan yang juga diikuti oleh Wakil Dekan Bidang Akademik tiap fakultas di Unhas berlangsung lancar dan berakhir hingga pukul 16.30 Wita.(rilis)