Dekan FH UMI: Skorsing itu Pembinaan dan Sudah Sesuai Mekanisme

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr H Muh Syarif NH menyebut pemberian sangsi skorsing kepada dua mahasiswa FH UMI masih dalam tahap kewajaran dan sudauh sesuai mekanisme yang berlaku di birokrat kampus UMI.

Ini adalah efek jerah dan dampak dari kelakuan kedua mahasiswa tersebut.

Demikian dikatakan Dr H Muh Syarif didampingi Ahmad gani WR III UMI disela-sela Konferensi Pers di Aula Hijaz FH UMI, Senin 12 Maret 2018.

Dikatakan Syarif, langkah skorsing terhadap kedua mahasiswa tersebut upaya pembinaan karena mereka dianggap mengganggu kelancaran pembelanjaran.

” Saat teguran tak diindahkan untuk ketiga kalinya karena mereka demo maka kami harus beri sangsi, demo ini kita anggap mempengaruhi kelancaran pembelanjaran. Segera diantisiaspi karena akan memganggu perkuliahan. Di FH khususnya dan seluruh fakultas di lingkup UMI pada umumnya sudah dijelaskan grade tingkatan pelanggaran, dan khusus demo itu jelas adalah pelanggaran,” ujar Syarif.

Sebelumnnya diketahui, dua mahasiswa Fakultas Hukum UMI Fikram Maulana angkatan 2014 dan Andi Fajar angkatan 2015 dianggap memprovokasi massa untuk menggelar aksi demontrasi mengusut dana pengembangan mahasiswa di FH UMI yang disinyalir tidak jelas peruntukannya.

Bahkan tak segan-segan Syarif menyebut aksi mahasiswa tersebut kuno dan ketinggalan jaman. (**)