Mapala se-Unhas Ingatkan Pentingnya Menjaga Kedudukan Gunung Bawakaraeng

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ratusan peserta aksi dari Gabungan Mahasiswa Pencinta Alam se Universitas Hasanuddin turun ke jalan mengingatkan masyarakat sulawesi tentang pentingnya menjaga keberlangsungan fungsi dan kedudukan Gunung Bawakaraeng pada Minggu pagi 25 Maret 2018.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap kerusakan yang menimpa Gunung Bawakaraeng.

Perlakuan yang tidak wajar dan semena-mena dari para pengunjung termasuk fitnah-fitnah yang banyak beredar, belum lagi kerusakan fisik berupa meningkatnya volume sampah merupakan persoalan serius yang diderita gunung bawakaraeng.

Menurut Koordinator aksi Muhammad Akbar Alamsyah, seluruh kerusakan yang terjadi pada gunung Bulu’ Bawakaraeng merupakan persoalan kesalahan cara pandang melihat gunung yang dipandang sebagai objek.

Gunung tak dipandang layaknya makhluk ciptaan Tuhan yang lazimnya diperlakukan sama dengan makhluk yang lainnya.

“Umumnya orang-orang hanya memandang sebagai pundi-pundi penghasilan tambahan, tempat bersenang-senang dan seterusnya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang sifatnya massive-sporadis dan kegiatan lainnya yang tak bisa dipertanggungjawabkan,” sebutnya.

Begitupula halnya dengan pemerintah. Menurut Mantan Ketua UKM PA Kompas Fisip Unhas yang baru saja berakhir masa jabatannya tahun ini, pemerintah setempat masih memiliki definisi yang sempit terkait gunung bulu’ bawakaraeng dengan menganggap Gunung Bulu’ Bawakaraeng hanya sebagai aset negara yang bisa perjualbelikan.

Adapun terkait program wisata nasional dari otoritas pengambil kebijakan yang akhir-akhir mendapat kecaman dari sejumlah pihak, Mahasiswa Jurusan Anthropologi ini juga angkat bicara.

Menurutnya kebijakan yang dilakukan semisal rencana wisata seharusnya melibatkan para ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing dalam perumusannya. Bukannya malah sepihak.

“Tidak ada masalah, tapi perumusannya panggil ahlinya, panggil yang paling tahu, pertimbangkan hasil-hasil penelitian dan kajian akademis, trus kita lihat apakah kebijakan itu perlu atau tidak, tepatkah atau tidak,” tukasnya

Kegiatan aksi ini cukup menarik perhatian masyarakat umum atau pengguna jalan di sepanjang rute yang dilalui oleh massa aksi.

Berawal dari monumen mandala, massa aksi kemudian melakukan longmarch menuju anjungan pantai losari, berpindah ke fly over dan berakhir di Universitas Hasanuddin. (Rilis)