Unismuh Makassar Hasilkan 450 Sarjana Kedokteran

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar kembali hasilkan puluhan dokter. Pada acara Yudisium dan Pengambilan Sumpah Dokter ke-14 dan Janji Sarjana Kedokteran ke-24, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Selasa, 17 Juli 2018, FK Unismuh meyudisium 21 dokter dan 10 Sarjana Kedokteran (S, Ked).

“Sampai saat ini, Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar secara keseluruhan telah menelurkan 199 dokter dan 450 sarjana kedokteran,” ungkap Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rahman Rahim.

Dokter-dokter alumni Unismuh Makassar, katanya, memiliki nilai tambah yaitu mereka dokter yang profesional dan Islami, karena memiliki tambahan pengetahuan tentang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Para dokter alumni Fakultas Kedokteran Unismuh  Makassar pasti dokter yang baik, profesional, dan Islami. Adik-adik yang diyudisium hari ini juga harus mampu membuktikan diri sebagai dokter yang baik. Kalau mereka tidak bisa menjadi dokter yang baik, kembalikan saja ke kampus, kita akan didik kembali mulai semester satu,” canda Rahman Rahim sambil tersenyum dan membuat para hadirin tertawa.

Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar Darwis Lantik, juga meyakini bahwa para dokter alumni Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar adalah dokter-dokter terbaik dan hebat.

“Kalian adalah orang-orang jago, karena kalian berhasil masuk pada Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dan juga sudah lolos tes sebagai dokter. Tidak semua yang ikut tes calon maba kedokteran itu lulus tes. Tidak semua yang ikut tes calon dokter itu lulus. Maka kalian yang sudah jadi dokter, pasti orang-orang jago, maka jagalah kejagoan Anda itu,” ujar Darwis Lantik sambil tersenyum.

Dekan FK Unismuh, dr Mahmud Ghaznawie juga mengingatkan para alumni yang diyudisium bahwa mereka terikat sumpah dalam menjalankan profesinya sebagai dokter dan harus menjaga nama baik almamater Unismuh Makassar dan nama baik Muhammadiyah.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, HM Saleh Molla, dalam amanahnya mengatakan bahwa kita sebagai manusia tidak mungkin bisa menghitung nikmat Allah SWT, apalagi membalasnya.

“Yang bisa kita lakukan hanyalah mensyukuri nikmat Allah, dengan cara antara lain memanfaatkan segala potensi yang kita miliki untuk kepentingan orang banyak,” kata Saleh Molla. (Rilis)