Kemenristekdikti Beri Waktu UIT Berbenah Hingga 8 November 2018

Ilustrasi. (Foto:ist)

Ilustrasi. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah IX Sulawesi mulai melakukan verifikasi terhadap tuntutan mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar yang berunjuk rasa di kantor Kemenristekdikti, Jakarta.

Sekretaris Pelaksana LL Dikti Wilayah IX Sulawesi, Dr Hawignyo mengatakan, LL Dikti mulai melakukan verifikasi terhadap tuntutan mahasiswa.

“Teman-teman sedang menverifikasi apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Verifikasi ini akan dilakukan secepatnya,” kata Hawignyo, Senin 15 Oktober 2018.

Lebih lanjut, dia mengatakan, masa depan UIT menjadi kewenangan Kemenristekdikti. UIT diberikan deadline hingga 8 November 2018 nanti.

Batas waktu itu diberikan Kemenristekdikti kepada UIT agar berbenah atas pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan.

“Hingga batas waktu itu, tentu ada konsekuensi. Konsekuensi tersebut menjadi kewenangan Kemenristekdikti. LL Dikti tidak sebagai pengambil keputusan,” tandas Hawignyo.

Sementara itu, Humas UIT Makassar, Zulkarnaen Hamson mengatakan, UIT meminta Kemenristekdikti mengambil kebijakan yang realistis.

“Kami minta Dikti realistis melakukan pembinaan bukan pencabutan izin,” harapnya.

Karena itu, UIT menyurati Presiden RI Joko Widodo yang intinya untuk menginformasikan bahwa institusi di bawah Kemenristekdikti lebih mementingkan 40 dari total 3.145 mahasiswa. 700 dosen dan pegawai serta kurang lebih 5.000 keluarga dosen dan karyawan.

Selain itu, delapan elemen UIT menolak surat pernyataan Direktur PKPT Dikti. Elemen tersebut terdiri dari Forum Mahasiswa Pasca Sarjana UIT, UKM Pers Kampus dan Forum Keluarga Penerima Bea Siswa YIT.

Lalu, ada Forum Peneliti UIT, Forum Advokasi Dosen UIT, Paguyuban Pegawai Dosen YIT, BEM Keperawatan dan IKA Analis Kesehatan UIT.

Sekedar diketahui, masa depan UIT Makassar menjadi bola panas. Terlebih, usai puluhan mahasiswa UIT yang berunjuk rasa di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Jakarta karena adanya penutupan kampus UIT oleh kemenristik Dikti.

Meski begitu, Zulkarnaen Humas UIT menilai langkah yang diambil Kemristekdikti untuk menutup UIT tidaklah bijak.

“Tidaklah bijak hanya untuk menyelamatkan puluhan mahasiswa itu kemudian menutup UIT, tidak logis,” tandasnya.

Alasannya, ada ribuan orang yang hidup dalam naungan UIT. Ada 3.146 mahasiswa dan sekitar 700 dosen dan pegawai.

Menurutnya, tidak ada satupun institusi yang yang sempurna. Karena itu, UIT siap berubah lebih baik dan memperbaiki kekurangan yang ada.

“Ketua yayasan juga sudah membuat pernyataan untuk mengikuti aturan Dikti,” ujarnya. (**)