988 Alumni Baru PNUP Siap Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menggelar acara wisuda ke-32 tahun akademik 2018/2019 Sabtu 20 Oktober 2018.

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menggelar acara wisuda ke-32 tahun akademik 2018/2019 Sabtu 20 Oktober 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menggelar acara wisuda ke-32 tahun akademik 2018/2019 Sabtu 20 Oktober 2018.

Wisuda kali ini, PNUP meluluskan dan mewisuda lulusan baru sebanyak 988 mahasiswa.

Wisudawan tersebut terdiri dari 607 orang lulusan jenjang diploma tiga dan 381 orang lulusan jenjang sarjana terapan yang berasal dari kelas regular, kelas alih jenjang, kelas program pendidikan kerja sama PNUP dengan PT PLN (Persero), PT Trakindo Utama, dan PT Energi Sengkang serta kelas program studi di luar domisili.

Bertempat di Hotel Dalton Makassar, prosesi wisuda dilakukan melalui rapat terbuka luar biasa yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Wakil Bupati Bone, para pimpinan mitra kerja perusahaan, dewan penyantun, seluruh anggota senat PNUP, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan PNUP, orang tua wisudawan, serta para tamu undangan.

“Memasuki era revolusi industri 4.0, setiap lulusan pendidikan vokasi harus mempersiapkan diri secara maksimal dengan menonjolkan keunikan dan nilai tambah. Kedua hal tersebut menjadi penting sebab di era revolusi industri 4.0 terjadi pengintegrasian antara sistem otomasi dan internet dengan sistem produksi industri sehingga persaingan untuk mendapatkan pekerjaan tentu semakin ketat”, demikian dikatakan Dr. Ir. Hamzah Yusuf, M.S., Direktur PNUP, saat menyampaikan pidato di hadapan wisudawan.

Oleh karena itu, sebagai pendidikan yang berbasis vokasi atau keahlian terapan, saat ini sebanyak 25 program studi yang terbagi di enam jurusan yang dikelola PNUP, semuanya diarahkan kepada relevansi dengan kebutuhan industri ataupun sektor riil lainnya termasuk fokus industri untuk revolusi industri 4.0 sehingga lulusan yang diwisuda selalu bersifat siap pakai dan bisa segera diserap dunia kerja.

Peran PNUP sebagai pendidikan tinggi berorientasi keterampilan atau vokasi menjadi penting dan strategis untuk mendorong terjadinya optimalisasi pendayagunaan segala potensi sumber daya di Indonesia.

Keterbukaan dengan pihak industri yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja menghadapi era revolusi industri 4.0 juga menjadi perhatian penting bagi PNUP.

Sejumlah perusahaan besar baik yang berskala internasional maupun nasional telah menjalin kerjasama yang intensif dengan PNUP dan memercayakan proses rekruitmennya ditangani oleh PNUP Hal tersebut tentunya memberikan manfaat besar kepada para wisudawan dalam hal pemberdayaan lulusan PNUP untuk direkrut menjadi tenaga handal yang profesional.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdulah, M. Agr., dalam orasi ilmiahnya menyampaikan bahwa PNUP selaku perguruan tinggi vokasi, pemerintah, dan dunia usaha harus bersinergi bersama membangun kerjasama yang kuat dalam suatu sistem atau program agar para lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri.

Berbagai peluang selalu terbuka di berbagai sektor industri yang tentunya selalu membutuhkan inovasi teknologi. Peluang itu harus pandai dibaca dan dimanfaatkan oleh para lulusan vokasi. Dirinya juga berpesan kepada para lulusan PNUP yang baru diwisuda agar terjun untuk menciptakan lapangan kerja.

Seperti tahun sebelumnya, wisuda ke-32 kali ini PNUP melakukan serah terima lulusan kepada tiga mitra kerja dimana para lulusan tersebut siap bekerja dan berkarya sesuai disiplin ilmu masing-masing.

Direktur PNUP melakukan serah terima sebanyak 50 lulusan kelas kerjasama D3 Teknik Listrik PT PLN (Persero ) angkatan keenam yang siap ditempatkan di seluruh wilayah kerja PLN se-Indonesia, 15 lulusan kelas kerjasama D3 Teknik Otomotif konsentrasi teknik alat berat PT Trakindo Utama, dan 2 lulusan kelas kerjasama PT Energi Sengkang.

Dari 988 lulusan PNUP yang diwisuda, terdapat 21 wisudawan terbaik dari setiap program studi dengan nilai rata-rata komulatif sebesar 3,8. (**)