Dosen Unibos Bantu Tingkatkan Produksi Gula Endu di Enrekang

Dosen Universitas Bosowa (Unibos) lakukan pendampingan bimbingan peningkatan kualitas produksi gula endu’ di Desa Labani Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Jumat 2 November 2018.

Dosen Universitas Bosowa (Unibos) lakukan pendampingan bimbingan peningkatan kualitas produksi gula endu’ di Desa Labani Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Jumat 2 November 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebagai Program Pengabdian Masyarakat, Dosen Universitas Bosowa (Unibos) lakukan pendampingan bimbingan peningkatan kualitas produksi gula endu’ di Desa Labani Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang, Jumat 2 November 2018.

Dalam pengabdian yang melibatkan kelompok tani gula Kabupaten Enrekang ini dilakukan dengan beberapa pelatihan. Termasuk, pelatihan manajemen produksi yang baik untuk menghasilkan kualitas produk dengan nilai jual lebih, teknik pemilihan bahan produk, pelatihan teknologi cetak gula yang baru, pelatihan manajemen usaha dan manajemen pemasaran modern.

Masyarakat menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat menjadikan gula endu sebagai produk khas Kabupaten Enrekang dan sebagai usaha yang menunjang penghasilan petani gula di desa tersebut.

Dosen Unibos yang terlibat dalam pelatihan ini yaitu Dr Syamsul Bahri, S.Sos., M.Si dan Dr. Syamsuddin Maldun, M.Pd yang memang memiliki ketertarikan dalam pengembangan bisnis gula endu’.

Menurut Dr Syamsul Bahri, kegiatan ini memang sebagai salah satu bentu kepedulian akademisi kepada masyarakat sebagai bagian dari pengabdian untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi.

“Kami memang berharap masyarakat tidak hanya mengetahui pengelolaan dan produksi produk khas daerah mereka tetapi juga memahami jika hasil produk yang baik itu memiliki proses yang tidak sederhana. Dan hasilnya bergantung pada teknik pengelolaannya. Tahapan selanjutnya kami akan memabntu mereka untuk memasarkan hasil produksi baik secara langsung juga secara modern dengan menggunakan media online yang saat ini telah semarak digunakan masyarakat”, kata Dosen Unibos, Dr. Syamsul Bahri. (**)