Bosowa Model United Nation HI Unibos Libatkan 35 Delegasi Nasional dan Internasional

Bosowa Model United Nation (MUN) mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Bosowa (Unibos) yang pertama kali digelar kali ini berjalan dengan meriah.

Bosowa Model United Nation (MUN) mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Bosowa (Unibos) yang pertama kali digelar kali ini berjalan dengan meriah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bosowa Model United Nation (MUN) mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Bosowa (Unibos) yang pertama kali digelar kali ini berjalan dengan meriah.

Pasalnya, kegiatan yang diperuntukan untuk mengenal sistem simulasi diplomasi internasional ini menghadirkan 35 delegasi yang tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari luar negeri. Kegiatan ini digelar di Hotel Swissbel Losari Makassar, Senin (17/12/2018).

Dengan mengusung tema Diminish Hostility for Flourishing Future, HI Unibos menghadirkan delegasi dari Srilanka, Mexico, USA, Turki dan Indonesia dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Parahyangan dan beberapa perguruan tinggi di Makassar.

Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor III Unibos, Dr. Abd. Haris Hamid dengan didampingi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Arief Wicaknoso, Ketua Program Studi HI, Zulkhair Burhan, dan Konsulat Jenderal Australia, Aron Corbett.

Selain menampilkan beragam penampilan tari khas Sulawesi dan penampilan adat-adat lainnya untuk menyambut tamu luar, kegiatan ini dilanjutkan dengan langsung mempraktikan proses diplomasi dari berbagai negara yang diwakili oleh setiap delegasi.

Ketua Panitia MUN HI Unibos 2018, Tiara berpesan “Ini first event yang skalanya cukup besar di Unibos, semoga dapat berkelanjutan untuk tahun berikutnya. Kegiatan dilakukan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa bagaimana model konferensi yang dilakukan beberapa organisasi besar dunia seperti konferensi PBB dan lain-lain.

” Semoga kegiatan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa yang kelak berguna untuk membantu mengimplementasikan ilmu Hubungan Internasional di dunia internasional”, ungkapnya.

Kegiatan ini akan dilangsungkan selama tiga hari hingga Rabu, 19 Desember 2018. (**)