Anak Petani Jadi Wisuda Terbaik, UMI Sediakan Beasiswa 50 Persen

Universiatas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyiapkan beasiswa 50 persen untuk alumni berprestasi yang lanjut kuliah di UMI Makassar.

Universiatas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyiapkan beasiswa 50 persen untuk alumni berprestasi yang lanjut kuliah di UMI Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Universiatas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyiapkan beasiswa 50 persen untuk alumni berprestasi yang lanjut kuliah di UMI Makassar.

Rektor UMI Makassar, Prof Dr Basri Modding SE. MM mengatakan, UMI telah menyiapkan bantuan mahasiswa berprestasi yang akan diberikan pada wisudawan terbaik untuk melanjutkan pendidikan.

“Jadi, bagi anak-anak ku. Wisudawan atau wisudawati berprestasi dibebaskan SPP untuk lanjut magister (S2) dan Doktor (S3). Maksimal 50 Persen beasiswa,” ungkapnya.

Diketahui, UMI Makassar, kembali melahirkan lulusan terbaik sebanyak 2.241 orang Alumni periode II tahun 2018. Pada kesempatan ini, sejumlah alumni mendapat predikat wisuda terbaik.

Menjadi lulusan terbaik tentu menjadi impian semua mahasiswa di Kampusnya. Salah satunya yang diraih Yusriadi (23) lulus dari UMI Makassar sebagai predikat mahasiswa terbaik. Dia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,95 mengalahkan ribuan mahasiswa lain. Selain itu ada beberapa rekannya.

Tak mudah bagi Yusriadi untuk meraih prestasi tersebut. Yusriadi bahkan sempat terhambat dalam proses perkuliahan lantaran tak memiliki biaya. Orang tuanya yang hanya seorang petani mengharuskan Yusriadi berjuang dan bertahan hidup di Kota Makassar.

“Ada kendala juga ya kak, saya orang tuaku hanya sebagai petani. Penghasilan juga tidak menentu kadang ada kadang juga tidak ada, tapi alhamdullilah pembayaran bisa diangsur,” kata Yusriadi, di Hotel Sheraton, Jalan andi Djemma, Minggu (16/12/2018).

Yusriadi yang hidup mandiri dan jauh dari keluarga di Kabupaten Sinjai mengharuskan dirinya terus semangat belajar. Meski serba kekurangan, namun ia tak mau kalah dengan mahasiswa lainya dan membanggakan kedua orang tuanya.

“Sempat juga hidup mandiri kalau
makan harus dikontrol, karena kita ini anak kosan. Sempat juga pinjam dulu ke teman sambil tunggu kiriman keluarga,” jelasnya.

Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Umar dan Jumriati ini berharap cita-citanya bisa tercapai dan kembali melanjutkan pendidikanya.

Ia pun meminta kepada mahasiswa lain di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar untuk terus belajar, semangat dan meraih prestasi tertinggi.

“Bukan kendala biaya ya, harus semangat rajin dan giat untuk meraih perstasi dan cita-citanya. Tentunya tak lepas dari usaha dan orang tua, terima kasih UMI dan dosen selama ini atas dukunganya,” paparnya. (**)