Pameran Hasil Limbah Terbak FP Unibos Diolah Menjadi Produk Kreatif

Ujian Akhir Semester melalui pameran hasil karya inovatif mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali dilakukan.

Ujian Akhir Semester melalui pameran hasil karya inovatif mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali dilakukan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Ujian Akhir Semester melalui pameran hasil karya inovatif mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali dilakukan.

Kali ini pameran digelar Prodi Peternakan Fakultas Pertanian Unibos dengan memamerkan sembulan hasil olahan limbah ternak. Pameran dilakukan di Lobby Gedung I Unibos.

Dengan menghadirkan tim penilai dari dosen Unibos, Dosen Unismuh dan Dosen Politani, sembilan hasil olahan ternak tersebut berupa olahan feses ternak menjadi biogas, darah ternak menjadi tepung darah, tulang ternak menjadi tepung tulang dan pupuk organik, tanduk ternak menjadi aksesoris, bulu ternak menjadi topi, kulit ternak menjadi kripik kulit, usus ternak menjadi sate usus dan kripik usus, juga lemak ternak menjadi sambel lemak.

Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Dr. Syarifuddin, MP menerangkan, jika olahan ini memang menjadi beberapa inovasi dan kreasi mahasiswa sendiri. Tentunya olahan dicampur dengan beberapa bahan dasar alami untuk menghilangkan bau dan menambah kegunaan dari produk tersebut.

“Intinya kami mendukung mahasiswa melakukan inovasi sesuai dengan bidang limbah yang diolah menjadi suatu produk dengan daya saing dan ramah lingkungan. Salah satunya seperti pengolahan limbah feses ternak. Karena jika feses terbuang di tempat terbuka, gas dalam feses itu akan menguap ke udara dan berpotensi merusak lapisan ozon dan akan menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup di sekitarnya. Nah jika diolah, energi gas di feses itu dengan menggunakan alat bantu akan membantu keperluan rumah tangga. Gas nya bisa dipakai memasak. Dan hasil buangan olahan feses itu dapat menjadi pupuk cair yang sangat aman karena sudah tidak mengandung gas lagi”, kata Dekan FP Unibos.

Dr. Syarifuddin, MP menambahkan, termasuk beberapa produk yang menjadi tepung seperti dari limbah darah dan limbah tulang. Ini bisa membantu meningkatkan kualitas produk lain karena seperti yang kita tahu, beberapa produk olahan makanan membutuhkan pasokan tepung darah sebagai pewarna alami. Tentunya ini aman dikonsumsi karena sudah diolah dengan campuran bahan alami. Selain itu produk limbah urine juga diproses melalui permentasi dan hasilnya akan menjadi peptisida ramah lingkungan yang tidak merusak alam. Dan sangat antusias dengan pengolahan limbah tanduk ternak yang membtuhkan waktu tiga hari per satu prosuk dengan hasil yang berkualitas seperti aksesoris dari tanduk sapi”, tambahnya.

“Kami berharap melalui praktek ini, penguasan teorinya lebih mampu dalam wujudan mata kuliah pengolahan limbah ternak untuk pendalaman ilmu. Kedepan kami mendukung jika produk ini menjadi suatu usaha dengan daya saing tinggi”, ungkapnya.

Selain itu, salah satu mahasiswa FP Unibos yang mengolah limbah feses ternak menuturkan dengan adanya mata kuliah ini bisa tahu dan mencoba berinovasi sesuai bidang kami.

” Dan mengetahui jika limbah tidak selamanya menjadi suatu yang merusak tetapi bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat dan banyak guna jika kita tahu cara menglolahnya”, kata Mentari Rena Albar, mahasiswa FP Unibos angkatan 2017. (**)